Tromboplastin parsial adalah fosfolipid yang berfungsi sebagai pengganti platelet factor 3 (PF3), dapat berasal dari manusia, tumbuhan dan hewan, dengan aktivator seperti kaolin, ellagic acid, micronized silica atau celite. Reagen komersil yang dipakai misalnya CK Prest 2 yang berasal dari jaringan otak kelinci dengan kaolin sebagai aktivator. Reagen Patrhrombin SL menggunakan fosfolipid dari tumbuhan dengan aktivator micronized silica.
Showing posts with label Hemostasis. Show all posts
Showing posts with label Hemostasis. Show all posts
Monday, May 11, 2009
Thursday, May 7, 2009
Pemeriksaan Test Subtitusi
Tes subsitusi dilakukan apabila didapatakan kadar aPTT abnormal (memanjang). pemeriksaan-pemeriksaan yang dibutuhkan dalam tes subsitusi adalah :
• PT
• aPTT
• TT / fibrinogen
• aPTT NP (Normal Plasma)
• aPTT AP (Adsorbed Plasma)
• aPTT AS (Aged Serum)
• PT
• aPTT
• TT / fibrinogen
• aPTT NP (Normal Plasma)
• aPTT AP (Adsorbed Plasma)
• aPTT AS (Aged Serum)
Labels:
Hematologi,
Hemostasis,
Kesehatan,
Koagulasi,
Test subtitusi
Tuesday, May 5, 2009
Mekanisme Pembekuan Darah
Pada pembuluh darah yang rusak, kaskade koagulasi secara cepat diaktifasi untuk menghasilkan trombin dan akhirnya untuk membentuk solid fibrin dari soluble fibrinogen, memperkuat plak trombosit primer.
Koagulasi dimulai dengan dua mekanisme yang berbeda, yaitu proses aktifasi kontak dan kerja dari tissue factor. Aktifasi kontak mengawali suatu rangkaian dari reaksi-reaksi yang melibatkan faktor XII, faktor XI, faktor IX, faktor VIII, prekalikrein, High Molecular Weight Kininogen (HMWK), dan platelet factor 3 (PF-3).Reaksi-reaksi ini berperan untuk pembentukan suatu enzim yang mengaktifasi faktor X, dimana reaksi-reaksi tersebut dinamakan jalur instrinsik (intrinsic pathway).Sedangkan koagulasi yang dimulai dengan tissue factor, dimana suatu interaksi antara tissue factor ini dengan faktor VII, akan menghasilkan suatu enzim yang juga mengaktifasi faktor X. Ini dinamakan jalur ekstrinsik (extrinsic pathway). Langkah selanjutnya dalam proses koagulasi melibatkan faktor X dan V, PF-3, protrombin, dan fibrinogen. Reaksi-reaksi ini dinamakan jalur bersama (common pathway). Jalur ekstrinsik dimulai dengan pemaparan darah ke jaringan yang luka.
Koagulasi dimulai dengan dua mekanisme yang berbeda, yaitu proses aktifasi kontak dan kerja dari tissue factor. Aktifasi kontak mengawali suatu rangkaian dari reaksi-reaksi yang melibatkan faktor XII, faktor XI, faktor IX, faktor VIII, prekalikrein, High Molecular Weight Kininogen (HMWK), dan platelet factor 3 (PF-3).Reaksi-reaksi ini berperan untuk pembentukan suatu enzim yang mengaktifasi faktor X, dimana reaksi-reaksi tersebut dinamakan jalur instrinsik (intrinsic pathway).Sedangkan koagulasi yang dimulai dengan tissue factor, dimana suatu interaksi antara tissue factor ini dengan faktor VII, akan menghasilkan suatu enzim yang juga mengaktifasi faktor X. Ini dinamakan jalur ekstrinsik (extrinsic pathway). Langkah selanjutnya dalam proses koagulasi melibatkan faktor X dan V, PF-3, protrombin, dan fibrinogen. Reaksi-reaksi ini dinamakan jalur bersama (common pathway). Jalur ekstrinsik dimulai dengan pemaparan darah ke jaringan yang luka.
Labels:
Hematologi,
Hemostasis,
Kesehatan,
Pembekuan darah
Saturday, May 2, 2009
Sekilas Tentang Hemostasis
Hemostasis adalah kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan pada lokasi luka oleh spasme pembuluh darah, adhesi trombosit dan keterlibatan aktif faktor koagulasi, adanya koordinasi dari endotel pembuluh darah, agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi.
Mekanisme hemostasis mempunyai dua fungsi primer yaitu untuk menjaminbahwa sirkulasi darah tetap cair ketika di dalam pembuluh darah, dan untuk menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka. Hemostasis normal tergantung pada keseimbangan yang baik dan interaksi yang kompleks, paling sedikit antara 5 komponen-komponen berikut:
Mekanisme hemostasis mempunyai dua fungsi primer yaitu untuk menjaminbahwa sirkulasi darah tetap cair ketika di dalam pembuluh darah, dan untuk menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka. Hemostasis normal tergantung pada keseimbangan yang baik dan interaksi yang kompleks, paling sedikit antara 5 komponen-komponen berikut:
Labels:
Hematologi,
Hemostasis,
Kesehatan,
Pembekuan darah
Subscribe to:
Posts (Atom)