D-dimer merupakan hasil pemecahan cross-linked fibrin oleh plasmin. Cross-linked fibrin akan terbentuk jika ada aktivasi koagulasi. Oleh karena itu, D-dimer digunakan sebagai penanda aktivasi koagulasi dan fibrinolisis.
Showing posts with label Koagulasi. Show all posts
Showing posts with label Koagulasi. Show all posts
Tuesday, December 7, 2010
Monday, May 11, 2009
Pemeriksaan aPTT (activated Partial Thromboplastin Time)
Tromboplastin parsial adalah fosfolipid yang berfungsi sebagai pengganti platelet factor 3 (PF3), dapat berasal dari manusia, tumbuhan dan hewan, dengan aktivator seperti kaolin, ellagic acid, micronized silica atau celite. Reagen komersil yang dipakai misalnya CK Prest 2 yang berasal dari jaringan otak kelinci dengan kaolin sebagai aktivator. Reagen Patrhrombin SL menggunakan fosfolipid dari tumbuhan dengan aktivator micronized silica.
Labels:
aPTT,
Hematologi,
Hemostasis,
Kesehatan,
Koagulasi
Sunday, May 10, 2009
Pemeriksaan PT (Prothtrombin Time)
Protrombin disintesis oleh hati dan merupakan prekursor tidak aktif dalam proses pembekuan. Protrombin dikonversi menjadi thrombin oleh tromboplastin yang diperlukan untuk membentuk bekuan darah
Uji masa protrombin (prothrombin time, PT) untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII (prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin.
Uji masa protrombin (prothrombin time, PT) untuk menilai kemampuan faktor koagulasi jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yaitu : faktor I (fibrinogen), faktor II (prothrombin), faktor V (proakselerin), faktor VII (prokonvertin), dan faktor X (faktor Stuart). Perubahan faktor V dan VII akan memperpanjang PT selama 2 detik atau 10% dari nilai normal. Pada penyakit hati PT memanjang karena sel hati tidak dapat mensintesis protrombin.
Thursday, May 7, 2009
Pemeriksaan Test Subtitusi
Tes subsitusi dilakukan apabila didapatakan kadar aPTT abnormal (memanjang). pemeriksaan-pemeriksaan yang dibutuhkan dalam tes subsitusi adalah :
• PT
• aPTT
• TT / fibrinogen
• aPTT NP (Normal Plasma)
• aPTT AP (Adsorbed Plasma)
• aPTT AS (Aged Serum)
• PT
• aPTT
• TT / fibrinogen
• aPTT NP (Normal Plasma)
• aPTT AP (Adsorbed Plasma)
• aPTT AS (Aged Serum)
Labels:
Hematologi,
Hemostasis,
Kesehatan,
Koagulasi,
Test subtitusi
Subscribe to:
Posts (Atom)