Sunday, July 1, 2012

10 SUKSES BANGSA JEPANG

Ada beberapa hal yang patut untuk kita tiru, meskipun juga ada hal lain yang tidak sepatutnya menjadi panutan, itu sebuah kewajaran dari manusia, ada yang baik dan ada yang buruk, ada kelebihan ada pula kelemahan.
Berikut ini merupakan sepuluh hal rahasia sukses orang jepang
  1. Kerja Keras, Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

Tuesday, April 3, 2012

Sindroma Evans


Sindrom Evans adalah kelainan autoimun langka di mana tubuh membuat antibodi yang menghancurkan sel darah merah, platelet dan mungkin juga sel darah putih. Pasien yang didiagnosis dengan Sindrom Evans mengalami trombositopenia dan anemia hemolitik yang positif Coombs test dan tidak memiliki dasar etiologi lain yang jelas. Para pasien mungkin akan terpengaruh oleh rendahnya kadar ketiga jenis sel darah pada satu waktu, atau hanya mungkin mengalami masalah dengan satu atau dua dari komponen darah tersebut. Penyebab spesifik untuk sindrom Evans tidak diketahui dan berbeda bahwa untuk setiap kasus.

Thursday, March 22, 2012

Terapi Anemia Defisiensi Besi


Prinsip penatalaksanaan anemia defisiensi besi adalah mengetahui faktor penyebab dan mengatasinya serta memberi terapi penggantian dengan preparat besi. Pemberian preparat Fe dapat secara peroral atau parenteral.

Tuesday, March 13, 2012

Diagnosa Anemia Defisiensi Besi



Diagnosa Anemia defisiensi Fe ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
1.    Anamnesis
           a.       Pucat, lemah lesu, dan gejala pica
           b.      Riwayat faktor predisposisi dan etiologi.
-     Kebutuhan meningkat secara fisiologis (masa pertumbuhan yang cepat, menstruasi, dan infeksi kronis)
-     Kurangnya besi yang diserap (asupan besi dari makanan tidak adekuat, malabsorpsi besi dan perdarahan; yang paling sering perdarahan saluran cerna)

Thursday, March 1, 2012

Gejala Klinik Anemia Defisiensi Besi


Ada banyak gejala dari anemia, setiap individu tidak akan mengalami seluruh gejala dan apabila anemianya sangat ringan, gejalanya mungkin tidak tampak. Beberapa gejalanya antara lain; warna kulit yang pucat, mudah lelah, peka terhadap cahaya, pusing, lemah, nafas pendek, lidah kotor, kuku sendok, selera makan turun, sakit kepala (biasanya bagian frontal).

Wednesday, February 29, 2012

Etiologi Anemia Defisiensi Besi


Terjadinya anemia defisiensi besi sangat ditentukan oleh kemampuan absorpsi besi, diet yang mengandung besi, kebutuhan besi yang meningkat dan jumlah yang hilang.
Penurunan cadangan zat besi biasanya dijumpai pada bayi dan remaja dimana merupakan masa terbanyak penggunan zat besi untuk pertumbuhan. Neonatal yang lahir dari perempuan dengan defisiensi besi jarang sekali anemia tetapi memang memiliki cadangan zat besi yang rendah.

Tuesday, February 28, 2012

Anemia Defisiensi Besi


Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit. Anemia defisiensi Fe adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya atau pengurangan sel darah karena kurangnya zat besi.

Sunday, February 26, 2012

Peranan Zat Besi (Fe)


Zat besi (Fe) terdapat pada seluruh sel tubuh kira-kira 40-50mg/kg berat badan. Hampir seluruhnya dalam bentuk ikatan kompleks dengan protein. Ikatan ini kuat dalam bentuk organik, yaitu sebagai ikatan non ion dan lebih lemah dalam bentuk anorganik, yaitu sebagai ikatan ion. Besi mudah mengalami oksidasi atau reduksi. Kira-kira 70% dari Fe yang terdapat dalam tubuh merupakan Fe esensial, dan 30% merupakan Fe yang nonesensial.

Thursday, February 16, 2012

Klasifikasi dan Etiologi Anemia Aplastik


               Klasifikasi Anemia Aplastik
Anemia aplastik umumnya diklasifikasikan sebagai berikut :
A.    Klasifikasi menurut kausa2 :
1.      Idiopatik : bila kausanya tidak diketahui; ditemukan pada kira-kira 50% kasus.
2.      Sekunder : bila kausanya diketahui.
3.      Konstitusional : adanya kelainan DNA yang dapat diturunkan, misalnya anemia Fanconi
B.     Klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan atau prognosis  (lihat tabel 1).

Wednesday, February 15, 2012

Leukemia Limfositik Kronis


Leukemia Limfositik Kronik (LLK) ditandai dengan adanya sejumlah besar limfosit (salah satu jenis sel darah putih) matang yang bersifat ganas dan pembesaran kelenjar getah bening. Lebih dari 3/4 penderita berumur lebih dari 60 tahun, dan 2-3 kali lebih sering menyerang pria.
Pada awalnya penambahan jumlah limfosit matang yang ganas terjadi di kelenjar getah bening. Kemudian menyebar ke hati dan limpa, dan keduanya mulai membesar. Masuknya limfosit ini ke dalam sumsum tulang akan menggeser sel-sel yang normal, sehingga terjadi anemia dan penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit di dalam darah. Kadar dan aktivitas antibodi (protein untuk melawan infeksi) juga berkurang. Sistem kekebalan yang biasanya melindungi tubuh terhadap serangan dari luar, seringkali menjadi salah arah dan menghancurkan jaringan tubuh yang normal. Hal ini bisa menyebabkan :

Wednesday, February 8, 2012

Anemia Aplastik


Anemia aplastik merupakan suatu pansitopenia pada hiposelularitas sum-sum tulang. Anemia aplastik didapat (Acquired qplastic anemia) berbeda dengan iatrogenic marrow aplasia, hiposelularitas sum-sum setelah chemotherapy sitotoksik intensif. Anemia aplastik dapat pula diturunkan : anemia Fancani genetic dan dyskeratosis congenital, dan sering berkaitan dengan anomaly fisik khas dan perkembangan pansitopenia terjadi pada umur yang lebih muda, dapat pula berupa kegagalan sum-sum pada orang dewasa yang terlihat normal. 

Monday, February 6, 2012

Leukemia Mielositik Kronis


Leukemia Mielositik (mieloid, mielogenous, granulositik, LMK) adalah suatu penyakit dimana sebuah sel di dalam sumsum tulang berubah menjadi ganas dan menghasilkan sejumlah besar granulosit (salah satu jenis sel darah putih) yang abnormal.
Penyakit ini bisa mengenai semua kelompok umur, baik pria maupun wanita; tetapi jarang ditemukan pada anak-anak berumur kurang dari 10 tahun. Sebagian besar granulosit leukemik dihasilkan di dalam sumsum tulang, tetapi beberapa diantaranya dibuat di limpa dan hati.

Thursday, February 2, 2012

Leukemia Limfositik Akut


Leukimia limfositik akut merupakan suatu kelainan sistem dari sel-sel prekursor dan sel-sel induk limfoid stadium dini. Untuk diagnosis dan pembatasan terhadap leukimia limfositik akut sangat diperlukan pemeriksaan morfologi dan sitokimia. Berlainan dengan leukimia mielositik akut, fenotifikasi secara imunologi penting untuk pengelompokan LLA.

Tuesday, January 31, 2012

Leukemia Mielositik Akut


Leukimia mielositik akut adalah suatu kelainan neoplastik dari sel induk (stem cell) dan sel prekuorsor mielosit. Berdasarkan pengetahuan yang ada saat ini, degenerasi maligna sudah berlangsung sejak tingkat perkembangan yang sangat dini. Sel-sel memiliki suatu kemampuan tertentu untuk berdiferensiasi secara relatif tergantung dari subkelompoknya. Namun kemampuan ini umumnya tidak cukup untuk mencapai gambaran morfologik sel-sel darah normal. Oleh karena itu, terdapat suatu penghentian pematangan pada tingkat morfologi yang lebih dini.

Friday, January 20, 2012

Klasifikasi Leukemia


Leukemia adalah jenis kanker sumsum tulang dan darah, yang disebabkan oleh proses maligna dari jaringan pembuat darah dimana sel mengalami proliferasi patologis, sel mengalami mitosis (pembelahan sel) yang tidak terkendali. Proliferasi patologis ini bersifat tanpa tujuan (bukan kompensasi apapun), irreversible, dan tidak diketahui etiologinya.

Wednesday, January 11, 2012

Leukemia


Leukemia adalah penyakit yang dianggap mengancam nyawa. Hal ini membutuhkan intervensi penanganan yang cepat ketika ditemukan, dalam rangka untuk memaksimalkan peluang pemulihan melalui perawatan dan terapi khusus. Leukemia pada dasarnya adalah jenis kanker sumsum tulang dan darah, yang disebabkan oleh proses maligna dari jaringan pembuat darah dimana sel mengalami proliferasi patologis, sel mengalami mitosis (pembelahan sel) yang tidak terkendali. Proliferasi patologis ini bersifat tanpa tujuan (bukan kompensasi apapun), irreversible, dan tidak diketahui etiologinya.

Saturday, January 7, 2012

Anemia


Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat. Menurut Brunner & Suddarth, 2001 Anemia adalah suatu istilah yang menunjukkan rendahnya sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal.
Anemia bukan merupakan penyakit, melainkan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh. Secara fisiologis anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan.

Tuesday, January 3, 2012

Trombositopenia


Trombositopenia adalah suatu kekurangan trombosit, yang merupakan bagian dari pembekuan darah. Darah biasanya mengandung sekitar 150.000-350.00trombosit/mL. Jika jumlah trombosit kurang dari 30.000/mL, bisa terjadi perdarahan abnormal meskipun biasanya gangguan baru timbul jika jumlah trombosit mencapai kurang dari 10.000/mL.